My Widget

Tampilkan postingan dengan label Kisah Teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Teladan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Mei 2010

Sopo seng butuh obat kopok….?????

Digg this

Bismillahirrahmanirrohiiiim… mugo-mugo gak salah… hehehe…

Ono ing sawijine dino… Yu Yem duwe loro seng rodo aneh. Saking anehe de’e kroso isin ameh neng dokter. Tapi bareng dipikir-pikir penyakite soyo nguatiri… akhire de’e kepekso moro nang dokter. Pas wes neng jero kamar perikso, Yu Yem banjur ngandakke opo seng dirasakke kabeh penyakite. Untunge pak doktere sabar tur gak galak.

“Ono opo Yu, sampeyan ning kene?” Jare doktere.

Yu Yem terus cerito, “Iki lho dok, wis sak wulan iki aku ki rasane malih ngentutan. Sak jam iso ping sepuluh aku ngentut. Cuma untunge dok, entutku iku gak mambu ambek gak onok suorone, dhadhi aku gak pati’o isin kan gak ono sing ngerti. Lha iki pas aku lungguh ndok ngarepe sampeyan ae wis ping telu aku ngentut. Tapi sampeyan gak ngerti tha, yo mergo iku mau, entutku ki gak muni ambek gak mambu. Cumak aku yo tetep gak enak dhewe tha, mosok cah wedhok kok ngentutan” jare Yu Yem.

“Oh ngono tah……. Nek ngono, ya wes tebusen ae resep iki. Seminggu maneh mbaliko rene maneh” jare doktere karo nutup irunge nggo masker kain.

Pas wis seminggu Yu Yem mbalik maneh neng doktere.

“Wis enakan tah Yu kowe?” Takok doktere.

“Aku gak ngerti iki obat opo sing dokter kekno wingi, cumak entutku saiki koq ambune malih bosok gak karuan. Sampek kudhu nggeblak aku dok. Tapi untunge entutku sik tetep gak muni, dadi gak ono seng krungu” Jare Yu Yem.

“Oo… ngono, ya wes berarti irung sampeyan wis gak buntu maneh. Saiki tebusen maneh, ganti resep iki yo” jare doktere.

“Lhaa… obat opo maneh iku dokter?” Takok Yu Yem.

“Obat kopok……..” jare doktere.

Huahahahahaha…. (Hayooo…. yang gak bisa basa jawa… ga boleh ikut ketawa…)

Ada banyak hal yang mungkin menutup telinga dan hidung seseorang, ketika dia tidak pernah tahu atau tidak mau tahu kejelekan dan keburukannya sendiri. Orang disekitarnya sudah kelimpungan atas “BAU” yang dikeluarkan dari tubuhnya, tapi dia merasa tenang-tenang saja dan tidak merasa bersalah, tidak merasa bahwa “BAU” yang dikeluarkan itu bermasalah…


Senin, 12 April 2010

Kisah teladan

Digg this

Kecerdasan Nabi Ibrahim AS

Allah menganugerahkan kecerdasan kepada Nabi Ibrahim AS, sehingga dia dapat berdebat dengan kaumnya yang penyembah berhala. Suatu hari ketika semua orang pergi dari kota, Nabi Ibrahim pergi ke tempat berhala yang menjadi sembahan kaumnya. Tanpa ragu Nabi Ibrahim menghancurkan patung-patung tersebut.

Semua patung telah hancur kecuali patung yang paling besar di antara lainnya. Kemudian Ibrahim menggantungkan kapak di patung tersebut. Saat orang - orang kembali mereka terkejut akan hancurnya tuhan - tuhan mereka. Tak lama kemudian Ibrahim pun dihadapkan kepada pemuka kaum untuk dimintai keterangan mengenai perbuatannya.

Dengan tenang Ibrahim menjawab,"Cobalah kalian tanyakan kepada patung yang paling besar itu, lihat saja di lehernya ada sebuah kapak. Mungkin ia tidak mau disekutukan dengan patung - patung kecil". Orang - orang yang mendengar kemudian menundukkan kepala karena mereka tahu bahwa patung tidak mungkin diajak berbicara. Tetapi tetap tidak ada yang sadar di antara mereka.

Mereka tetap mendesak raja untuk menghukum Ibrahim dengan membakarnya hidup - hidup. Akan tetapi, dengan izin Allah Ibrahim dapat selamat dari api tersebut.


Seorang anak gembala

Pada suatu hari Khalifah Umar melintas di sebuah jalan. Di sisi jalan itu ada seorang anak yang menggembala kambing. Khalifah mencoba menggodanya dengan berpura - pura ingin membeli seekor kambing yang digembalakannya.

Beliau berkata,"Berapa harga kambing ini? karena aku membutuhkan seekor kambing. Maukah kau menjual kambingmu itu? Aku bersedia membayar berapa pun."

Dengan sedikit malu - malu ia menjawab, "Ini bukan kambing saya, Tuan. Kambing ini milik majikan saya. Saya hanya penggembala yang diupah untuk menggembalakannya."

"Ah! Kupikir itu bukan masalah. Majikanmu tentu tidak tahu kalau kau jual seekor kambing untukku. Kau akan mendapatkan banyak uang." Kata Khalifah berusaha merayunya."Memang benar, Tuan, Majikan saya tidak akan mengetahuinya. Akan tetapi, bukankah Allah senantiasa mengawasi kita?" jawab anak gembala. Mendengar jawaban anak gembala tersebut, Khalifah Umar bin Khattab tertegun. Beliau merasa kagum dengan keimanan anak tersebut.


Negara berkembang dan Negara maju